Laba Bank Raya Triwulan I-2022 Ngebut, Kaspar Situmorang: Kami Fokus Dua Strategi

waktu baca 2 menit
Bank Raya Indonesia

Jakarta, GEN – Laba tahun berjalan PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) pada triwulan I-2022 melejit 167,03% menjadi sebesar Rp 47,71 miliar dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.

“Strategi untuk mencapai profitabilitas pada tahun ini kami fokuskan menjadi dua strategi, yakni strategi ekspansi dengan pemanfaatan ekosistem BRI Group untuk pertumbuhan bisnis digital dan strategi perbaikan kinerja bisnis legacy Perseroan yang terus-menerus, yaitu fokus pada kualitas aset dan recovery,” kata Direktur Utama Bank Raya, Kaspar Situmorang, dalam keterangan tertulis yang dilihat genmedianetwork.com, Kamis, 28 April 2022.

Selain itu, kata Kaspar Situmorang, perbaikan kinerja Bank Raya juga secara khusus ditujukan untuk pencapaian kegiatan operasional yang lebih efisien dan customer experience yang terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Baca juga: Laba Astra dari Divisi Otomotif Rp 2,2 Triliun

Beberapa indikator lainnya yang mengalami peningkatan secara pesat sepanjang triwulan I-2022 adalah perbaikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi sebesar 4,81% dari periode sebelumnya 3,39% dan pendapatan operasional lainnya yang meningkat sebesar 558,02% (year on year/yoy).

Pembukuan laba triwulan I-2022, didorong oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya yang diperoleh dari penerimaan kembali aset keuangan yang telah dihapus buku/recovery write off sebesar Rp22,51 miliar atau meningkat 633,33% yoy.

Kinerja perseroan ini dapat dicapai dengan terus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usaha serta dengan mengingat proses transformasi bisnis Bank Raya yang masih berjalan.

Baca juga: Tiga Bulan, Intiland Raup Marketing Sales Rp0,5 Triliun

Pada kuartal I-2022, dari sisi aset, Bank Raya menyalurkan kredit yang diberikan sebesar Rp 9,53 triliun, sementara dari sisi liabilitas Bank Raya menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp10,15 triliun. Meskipun terdapat penurunan dibandingkan periode sebelumnya, hal ini adalah dampak langkah strategis Perseroan untuk melakukan penataan kembali portofolio bisnis untuk fokus kepada pengembangan bisnis digital, khususnya di tengah proses transisi dari bisnis legacy Bank Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *